Dunia pendidikan formal atau sekolah merupakan harapan bagi terciptanya proses pendidikan kritis yang ideal. Proses pendidikan yang didalamnya siswa dapat belajar secara komprehensif atau menyeluruh guna menunjang proses kehidupannya kelak. Proses belajar demikian tentu bukanlah proses belajar yang hegemonis yang segala sesuatunya di dominasi oleh guru, melainkan proses belajar yang dialogis sesuai prinsip primus interpares-nya Socrates.

Azyumardi Azra dalam suatu kesempatan menyatakan bahwa pendidikan yang banyak dilakukan di negeri ini adalah gaya bank (The Banking Concept of Education). Pendekatan gaya ini kurang memberi kesempatan pada pengembangan kualitas peserta didik secara maksimal. Pola komunikasinya lebih bersifat satu arah dengan guru sebagai figur sentral.